Awal Ramadhan 1433 H Bakal Berbeda
MARKAZ AQIQAH. Perbedaan dalam menentukan awal bulan Ramadhan maupun 1 Syawal adalah hal yang lumrah di negeri tercinta indonesa, karena dengan dalih kebebasan, penguasa seakan sengaja memelihara konflik yang menguntungkan ini.
Hisab-Rukyat: Seiya sekata dalam menentukan Awal Sya’ban
Secara Hisab dan Rukyat, dalam mengawali bulan Sya’ban 1433 H nyaris tidak ada masalah.
Awal Syaban di Indonesia dimulai secara serempak jatuh pada hari Kamis, 21 Juni 2012. Namun dalam mengakhiri-nya timbul ketidak samaan.
Dengan metode HISAB;
Akhir Sya’ban 1433 H di Indonesia bertepatan pada hari Kamis, 19 Juli 2012 – saat maghrib.
Sementara secara Rukyah;
Akhir Sya’ban 1433 H akan jatuh pada Jum’at, 20 Juli 2012 -saat maghrib.
Hal inilah yang menyebabkan penentuan masuknya bulan suci Ramadhan pada tahun 1433 H di Indonesia bakal BERBEDA.
Menurut Hisab, konjungsi atau ijtimak akhir Sya’ban 1433 H akan jatuh pada Kamis 19 Juli 2012 jam 11:25 WIB. Maka awal Ramadhan 1433 H dipastikan pada hari Jum’at 20 Juli 2012, karena perhitungan ilmu falak kontemporer, Hilal pada sore hari Kamis 19 Juli 2012 sudah positif di seluruh wilayah Indonesia.
Mereka yang menggunakan kriteria HISAB ini akan memulai berpuasa pada Jum’at , 20 Juli 2012.
Dengan RUKYAT (-Istikmal Sya’ban 1433 H-)
Dari pelabuhan Ratu: Hilal pada Kamis 19 Juli 2012 baru setinggi 1,5 derajat. Meski elongasi di atas 4 derajat, namun karena usia baru 6,5 jam, maka dipastikan secara Imkan Rukyah mustahil terlihat/terpenuhi. Sehingga sore hari atau esok harinya, Jum’at 20 Juli 2012 masih masuk bulan Sya’ban 1433 H alias Istikmal untuk Sya’ban 1433 H.
Sehingga, yang menggunakan kriteria Rukyat akan mulai berpuasa pada Sabtu, 21 juli 2012.
KAPAN RAMADHAN 1433 H DIMULAI ?
Perlu dipahami bahwa posisi hilal yang rendah (antara 0-2 derajat) tidak mungkin akan berhasil di rukyat pada 19 Juli sore. Maka bagi yang menggunakan hisab dan imkan rukyat , termasuk Pemerintah, NU dan ormas lainnya kemungkinan besar menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada 21 Juli.
Sedang menurut Muhammadiyah, karena pada tanggal 19 Juli 2012 bulan sudah wujud, walaupun kurang dari 2 derajat maka pengguna hisab wujudul hilal (Muhammadiyah), akan menetapkan awal Ramadhan jatuh pada tanggal 20 Juli.
Simulasi Visibiltas Hilal dari Surakarta, pada hari pertama Rukyah :
![]() |
| Konjungsi / Ijtimak Kamis 19 Juli 2012 jam: 11.25 Wib. |
KESIMPULAN PENENTUAN AWAL RAMADHAN 1433 H:
- Dengan HISAB : 1 Ramadhan 1433 H = Jum’at, 20 Juli 2012 M
- Melalui RUKYAH : 1 Ramadhan 1433 H = Sabtu, 21 Juli 2012 M
Berdasarkan hadits Rasulullah Muhammad SAW. Beliau bersabda:
”Jika kamu melihat bulan (awal Ramadhan) maka berpuasalah, dan jika kamu melihat bulan (awal syawal) maka berlebaranlah besok, namun jika kamu tidak melihat bulan (meragukan) maka genapkanlah puasamu tiga puluh hari.” , termasuk juga jika awal Ramadhan belum muncul, berarti Sya’ban harus dicukupkan tiga puluh hari.
Sebagai bahan perbandingan, menurut Dr. Thariq As Suwaidan dalam bukunya Tabel Puasa Empat Mazhab, bahwa ke-empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali) sepakat perlu diadakan rukyah hilal pada tanggal 29 Ramadhan, apabila hilal tak terlihat maka wajib menggenapkan puasa 30 hari. Tentu saja di masa teknologi yang sudah canggih seperti sekarang ini, rukyah hilal masih harus tetap dilakukan karena merupakan satu rangkaian paket dalam melaksanakan ibadah puasa ramadhan.
Dengan kata lain merukyat hilal adalah ibadah yang merupakan syarat syah-nya puasa Ramadhan, sebagaimana wudhu yang menjadi syarat syahnya sholat. Walaupun menurut hisab dan Lapan jika posisi hilal sudah diatas 2 derajat, tidak diperlu di rukyah, AKAN TETAPI sebagai bagian dari ibadah Ramadhan, rukyatul hilal harus tetap dilakukan.
